Jakarta, Pengurus baru periode 2025-2030 Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pembumian Pancasila (DPP GPP) hasil Kongres 5-7 Desember 2025 di Semarang, resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua Dewan Pembina DPP GPP Mayjen TNI (purn) Wisnu Bawa Tenaya, bertempat di gedung Juang, Jakarta, Sabtu (8/2/2026).
Sejumlah tokoh penting nasional hadir dalam pelantikan tersebut diantaranya Dewan Kehormatan DPP GPP Franz Magnis Suseno, SJ, Dewan Pembina DPP GPP Arief Hidayat, KH, Marsudi Syuhud, Chandra Setiawan, KH. Ulil Anshar Abdalla, Engkus Ruswana, Kanjeng Pangeran Bios Abiyoso Hadiningrat Sri Datuk Rajawali. Termasuk undangan khusus Teo Sambuaga juga hadir pada jejeran kursi depan.

Selain itu, tampak juga hadir pengurus lengkap Dewan Pakar DPP GPP Ganjar Razuni, Yosephin Sri Sutanti, Abdy Yuhama, I Made Putrawan, Paulus Januar, Tuntun Sinaga, Benny Rhamdani,Tika Bisono. Sedangkan Dewan Pengawas yang hadir masing-masing Bondan Kanumoyoso, Yudi Yasa Wibawa, Ernawati Tamba, serta beberapa pengurus DPD GPP diantaranya, DKI, Jabar, Jatim, Jateng, Banten serta seluruh perwakilan pengurus DPC DKI Jakarta.
Prosesi pelantikan dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta doa lintas agama yang dipimpin oleh KH. Marsudi Syuhud dilanjutkan dengan tarian pembuka khas betawi oleh tiga penari cantik.

Ketua Umum DPP GPP terpilih sekaligus Ketua formatur Antonius D. R. Manurung, selanjutnya membacakan 5 point Maklumat DPP GPP yang lahir pada hari Sabtu 1 Juni 2019 bertepatan dengan Peringatan Nari Lahir Pancasila ke – 74.
Sebelum dilantik, Antonius Manurung membacakan kutipan maklumat DPP GPP berisi lima point penting pada saat organisasi ini di deklarasikan adalah:
1. Membangun Gerakan Pembumian Pancasila sebagai organisasi kemasyarakatan yang independen berasaskan Pancasila.
2. Menghidupkan kembali Pancasila sebagai Dasar Negara, Ideologi, dan Spiritualitas Bangsa sesuai dengan Pidato Penggali Pancasila, Sukarno 1 Juni 1945.
3. Mereaktualisasikan pemahaman Pancasila sebagai kristalisasi dan sublimasi nilai-nilai luhur dan berbagai agama, kepercayaan, budaya, dan adat istiadat yang tumbuh, hidup, dan berkembang di bumi nusantara.
4. Mendorong dan mendukung kolaborasi-sinergis bagi semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat untuk melakukan akselerasi menuju tercapainya masyarakat gotong royong sebagai model permanen tata nilai masyarakat bangsa yang berketuhanan dengan kebudayaan, berperikemanusiaan, berkebangsaan, berkerakyatan, dan berkeadilan.
5. Membangun sikap progresif-revolusioner dalam membumikan Pancasila sebagai satu-satunya Dasar Negara, Ideologi, dan Spitualitas Bangsa yang lahur, diperbolehkan tumbuh, dan berkembang di Ncgara Kesatuan Repubiik Indonesia, bersemboyankan Bhinneka Tuggal Ika.
Maklumat deklarasi kami nyatakan dengan kesadaran penuh dan dilandasi oleh keyakinan pada agama/kepercayaan masing-masing sebagai antitesis dan resolusi mencegah, menangkal, dan membumihanguskan deideologisasi Pancasila dalam segala bentuk dan manifestasinya yang telah dibangun secara terstruktur, sistematis, dan masif, baik oleh kekuatan radikalisme – fundamentalisme transnasional, maupun kekuatan neoliberalisme (neolib) /neokolonialisme-imperialisme (nekolim) di Bumi Indonesia.ucap Antonius Manurung saat membacakannya.
Sementara itu Sekretaris Dewan Pengarah BPIP yang juga menjadi Dewan Pembina DPP GPP Mayjen TNI purn Wisnu Bawa Tenaya dalam pernyataannya mengatakan ” Pengurus Pusat DPP GPP yang hari ini dilantik dan dikukuhkan merupakan tokoh-tokoh pimpinan lintas agama yang ada di Indonesia dan menjadi pengurus keterwakilan dari agama, islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu dan Penghayat Kepercayaan. ujar mantan Danjen Kopassus ini.
Wisnu Bawa Tenaya juga menegaskan ” Pelantikan hari ini bertempat di gedung Juang harus sering -sering dilakukan untuk menjadi pengingat kepada generasi muda agar senantiasa mengingat pesan Bung Karno jangan sekali-kali melupakan sejarah pendiri bangsa ini yang telah berjuang memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan.” ujarnya.
Menteri Dalam Negeri dan Kapolri yang berhalangan hadir namun masing- masing mengirimkan utusannya untuk menghadiri pelantikan pengurus DPP GPP ini.
Acara yang dimulai pukul 15.00 wib juga diisi tausiah kultum oleh KH. Ulil Anshar Abdalla dan ditutup dengan buka puasa bersama, serta sesi foto bersama.
