Jakarta, Usaha Kecil dan Menengah yang dirintis sejak 25 tahun lalu dimulai dari nol tidak ada apa-apa dan tidak ada siapa-siapa, tapi dari sebuah ide bisnis plan yang ingin menjadi pengusaha tapi juga menciptakan peluang usaha bagi orang lain sebanyak-banyaknya.
Itulah awal perbincangan media ini bersama Founder & CEO PT. Magfood Amazy International & PT. Magfood Inovasi Pangan, Yanty Melianty di kantor pusatnya dikawasan Duren III Jakarta Selatan,Kamis (12/2/2026).
Yanti mengatakan ” Pendirian usahanya dimulai dari merek namanya Magfood kerena disini ada beberapa merk dan ada beberapa unit bisnis diantaranya bumbu powder yang fungsinya banyak sekali. Salah satunya adalah bumbu tabur untuk menaburi snack kering, keripik” ujarnya.
MagFood adalah produsen food seasoning atau kita sebut bumbu powder. Nah, bumbu powder ini fungsinya banyak sekali. Salah satunya adalah bumbu tabur untuk menaburi snack kering, keripik, seperti yang hari ini dibuat pelatihannya, pelatihan tentang produksi snack.
Karena produksi snack ini kenapa kita bikin pelatihan untuk para UMKM? Karena Para UMKM ini banyak yang tidak tahu bikin snack yang bisa awet, enak, dan tahan lama. Karena kalau cuman bikinnya hanya sebulan, 2 bulan, terus udah melempem, dia enggak akan bisa di jual sampai nasional dan tidak bisa jual jauh-jauh.
Nah, makanya pelatihan ini sangat penting untuk UKM punya daya saing usaha, karena snack itu kan gampang sekali bikinnya dan bisa diusahakan di rumah tangga. Tapi banyak yang enggak tahu caranya.
Untuk membuatnya sebenarnya ada standar keamanan pangan. Ada namanya harus bikin SOP standar operating prosedur. mulai dari spesifikasi bahan baku, Misalnya kita mau bikin keripik pisang itu enggak bisa pisang sembarangan harus pisang jenis tertentu, umur pisangnya juga tertentu, enggak bisa yang kematangan. Harus yang masih mangkel. Itu ada teorinya semua, kata Yanti.
Selain itu, cara ngirisnya juga ada teorinya. Cara gorengnya juga ada teorinya. Harus pakai minyak yang seperti apa, suhunya harus berapa, berapa lama. Itu namanya SOP, standar operating prosedur.
Kemudian biar bagus harus pakai bumbu. Kalau keripik pisang kan enaknya pakai bumbu food tabur yang manis seperti rasa kopi, rasa coklat, tiramisu, terus ada mokacino, rasa maca, rasa-rasa kekinian ya.
Ini salah satu juga agar UKM Indonesia tuh punya pengetahuan tentang branding, positioning, target market, tapi enggak bisa dalam satu pelatihan ya.
Kita banyak pelatihannya berseri. Ada yang Offline, ada yang online, ada yang praktik, ada yang hanya teori saja.
Hari ini adalah teori dan praktik, tapi praktik yang sederhana ya. Karena ada lagi praktik yang rumit, yang lengkap itu satu hari penuh ya. Yang ini adalah yang sifatnya demo. Tapi kan di sini pesertanya kan banyak yang sudah usaha.
Ada usaha catering, ada usaha bakeri tadi, ada usaha restoran, rumah makan. Mereka butuh produk baru untuk tetap dijual.
Kadang-kadang kalau punya rumah makan cuma satu, kating cuma terus kedua, masalah bahan-bahannya itu gampang didapat atau gimana? bahan bakunya itu memang kita sediakan juga ya. Jadi tadi kita menyediakan kalau pisang kayak pisang mentah terus ada kentang umbi-umbian, singkong kita enggak sediakan tapi ajarkan cara milihnya.
Jadi kalau mau bikin keripik kentang atau keripik singkong itu enggak bisa yang sudah lama dipetik enggak bisa. harusnya di bawah 24 jam misalnya harus yang jenis yang bisa jadi kritik gitu. Tapi kita juga menyediakan pelet snack yang hasil industri dari Magfood yang tinggal digoreng.
Nah, ngegorengnya juga enggak sembarangan. Harus 170 derajat, harus berapa menit. bumbu-bumbunya kita sediakan di sini. Ini kita juga jual antioksidannya agar minyak snack itu tidak cepat penik ya atau oksidasi.
Disamping itu, Kita juga punya franchise restoran namanya Amazy yang ada di seluruh Indonesia dan Malaysia. Ini restoran yang kita franchise kan dan besok pada hari Jumat sampai Minggu tanggal 13 sampai 15 Februari kita ada di
Pameran Franchise IFBC di ACE BSD Tangerang.
Jadi UKM itu kan sebenarnyan pengusaha, dan pengusaha itu harus kerjanya serius, punya legalitas. Kalau kita sebut di sini di Magfood namanya kompetensi dasar yang harus wajib kita punya. Itu ada pelatihannya dari kita dan ada rangkaian kurikulumnya.
Jadi, pertama harus tahu produk ya, pengembangan produk harus tahu legalitas. Jangan sampai orang baru usaha terus bikin snack buat bayi yang beresiko karena musti ada pelatihannya juga harus tahu menghitungnya, karena juga banyak sekali rangkaian analisa bahan, analisa rasio keuangan, tapi juga ada laporan keuangan.
Jadi pengusaha UMKM juga harus tahu analisa perhitungan biaya, kemudian juga harus tahu promosi jualannya, harus tahu strateginya apa itu yang namanya USB diferensiasi, harus tahu namanya apa itu strategi promosi above the line, below the line.
Karena sekarang kan above the line itu banyak bisa kita lakukan dengan sosmat. Tapi kan sering enggak ngerti ilmunya sosmet itu juga jadi masalah karena pengetahuan buat UKM sama perusahaan besar kan beda.
Jadi kita harus tahu di mana kita berada biar enggak besar pasak daripada tiang. perusahaan besar kan beda. Terus kita juga ada channel-channel distribusi salah satunya marketplace, waktu online atau aplikasi online itu jadi potensi yang besar buat kita untuk jualan.
Disamping itu, kalau kita usaha makanan tuh harus tetap juga jualan offline, harus melakukan remesi seperti bazar, pameran, makanan tuh harus tetap juga jualan offline, harus melakukan program kegiatan aktivasi branding. Bisa juga bikin lomba mewarnai di sana sini. Jadi itu ada lomba anak-anak kan ibu bapaknya datang ya. berarti kan kita melakukan kegiatan pengenalan merek Amazy.
Jadi yang namanya kegiatan promosi below the line atau brand activation itu ya harus ada integrated kegiatannya ya. Nah, kalau acara ini juga sebuah integrated kegiatan untuk make food ya, bukan buat Amazy ya. Bagaimana mengenalkan Amazy komunitas wirausaha kegiatan gitu.
Jadi, bagaimana kita tadi kalau Ibu sama Bapak ikut pelatihannya kan dimulai dengan ee kelas wirausaha. Jadi kelas wirausaha itu ada kelasnya, ada kelas mikro, ada kelas kecil, menengah yang sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008.
Di Magfood juga ada pelatihan tentang frozen food. Frozen Food tuh harus BPOM. itu kan modalnya enggak bisa kecil. Makanya kalau yang sudah punya jaringan bisa melakukan prosedur BPOM yang cukup mahal ya. Mahal bukan bukan daftarnya tapi memfasilitas produksinva dan fasilitas untuk membangun organisasinya, SDM-nya. Nah, mereka kalau yang enggak punya modal seperti itu atau baru awal bisa mengambil reseller dropshipper Amazy Frozen Fruit.
Bisa juga Jadi dropsiver apa sulitnya hanya pertemanan aja. Ibarat, situ punya teman jadi saya membuka usaha ini memang untuk membuka peluang usaha.
Jadi ada sertifikasi pendidikan untuk bisa mentraining dia juga memang salah satu pendamping training pendamping halal.
Kemudian dia juga banyak Di sini benar ada training internalnya banyak banget.
Jadi setiap staf di sini ada namanya baru masuk namanya on board training. Terus ada juga pelatihan-pelatihan yang bukan berupa pelatihan kelas tapi dikasih project diedukasi terus dikasih project. Itu juga pelatihan namanya on the job training.
Di Magfood kami memiliki staf yang merupakan seorang trainer namanya Aska. Ada juga Mbak Aska yang sekolahnya dari S1-nya Food Teknologi UGM, terus ambil master di Malaysia full teknologi juga.
Tenaga pengajar di Magfood sendiri memiliki kompetensi, jadi enggak tiba-tiba boleh ngajar enggak boleh gitu. Salah satu contoh disini ada Mbak Putri yang jadi MC berasal dari Surabaya tapi di sini jadi sales online juga dan sudah memiliki pengalaman yang cukup.
