• Wed. Apr 29th, 2026

Pendiri Yayasan Budi Mulia PROF.DR Kanjeng Raden Hario Tumenggung (KRHT) Tarnama Sinambela Tutup Usia

Byadmin

Jun 16, 2025

Foto: Istimewa

Jakarta – Keluarga Besar Universitas Mpu Tantular berduka atas wafatnya Pendiri sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan Budi Murni, Prof.DR Kanjeng Raden Hario Tumenggung (KRHT) Tarnama Sinambela Kusumonagoro meninggal dunia hari ini, Senin, 16 Juni 2025.

Almarhum wafat dalam usia 82 tahun dengan meninggalkan dua orang anak yakni Budi Parlindungan Sinambela, BBA dan Santo Mulya Parulian Sinambela.

Di masa hidupnya Tarnama Sinambela yang lahir di Porsea 15 Juli 1943 dikenal sebagai anak bangsa yang pantang menyerah dengan memiliki segudang pengalaman sebagai Pengusaha, Tokoh Pendidikan-Budaya dan Praktisi Hukum tanah air.

Tarnama Sinambela juga Termasuk salah satu keturunan dari Sisingamangaraja XII atau di sebut (Siraja Oloan ) dan memiliki beberapa keturunan marga, yaitu Sihotang, Bakara, Sinambela, Sihite, dan Naibaho. Sihotang dan Naibaho merupakan keturunan dari istri pertama, sedangkan Bakara, Sinambela, dan Sihite adalah keturunan dari istri kedua.
Secara lebih rinci:
Sihotang: Keturunan dari istri pertama, boru Limbong, bersama Naibaho.
Bakara: Keturunan dari istri kedua, boru Pasaribu.
Sinambela: Keturunan dari istri kedua, boru Pasaribu, bersama Bakara dan Sihite.
Sihite: Keturunan dari istri kedua, boru Pasaribu, bersama Bakara dan Sinambela.
Naibaho: Keturunan dari istri pertama, boru Limbong, bersama Sihotang.

Atas sumbangsihnya, Sunan Pakubuwono XII menganugerahkan gelar raden kanjeng hario tumenggung (KRHT) kepada Tarnama Sinambela. Pengusaha asal Tapanuli tersebut menyumbang Rp 200 juta untuk pemugaran keraton Solo. Arny

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *