• Fri. Jun 5th, 2026

MENTERI KEBUDAYAAN FADLY ZON BUKA FESTIVAL NOKEN TANAH PAPUA

Byadmin

Dec 20, 2024

Jakarta – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon membuka Festival Noken yang digelar di Sarinah Thamrin, Jakarta, tema Festival Noken Tanah Papua.pada hari Jumat tanggal 20 Desember 2024.

Dalam sambutannya, Fadli Zon menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya sebagai jembatan antar generasi, penghubung tradisi, dan sumber inspirasi untuk masa depan.

Festival ini bukan hanya sekadar perayaan, melainkan tonggak pencapaian budaya Indonesia. Dengan ini, kita juga menandai pengakuan internasional terhadap warisan budaya kita,” katanya.

Menteri Fadli menyampaikan, Festival Noken yang berlangsung selama tiga hari ke depan di Gedung Sarinah Jakarta, menjadi platform penting untuk mempromosikan budaya Indonesia yang telah diakui UNESCO sebagai bagian dari warisan budaya dunia.

Festival Noken Tanah Papua juga Menggelar acara Fashion show, pasar seni, Pameran Noken serta Talkshow Noken dan Patung Papua.

Festival Noken Tanah Papua juga mempertunjukkan Tari Papua, Musik Papua, dan Flashmob Dance juga dukungan Kebaya yang telah terdaftar di ICH UNESCO.

Salah satu Kerajinan tangan Khas dari Papua yang di Pamerkan dalam Festival Noken Tanah Papua ini adalah Noken atau Minya .Noken atau Minya adalah Salah satu hasil kerajinan Papua yang mendunia , Noken adalah tas unik tradisional Papua yang terbuat dari serat kulit kayu, biasanya dari kayu pohon nenduam, pohon nawa, atau anggrek hutan.

Minya adalah tas tradisional masyarakat Papua Pegunungan yang dibawa dengan menggunakan kepala dan terbuat dari serat kulit kayu. Sama dengan tas pada umumnya tas ini digunakan untuk membawa barang-barang kebutuhan sehari-hari. Masyarakat Papua biasanya menggunakannya untuk membawa hasil-hasil pertanian seperti sayuran, umbi-umbian dan juga untuk membawa barang-barang dagangan ke pasar. Karena keunikannya yang dibawa dengan kepala, noken ini di daftarkan ke UNESCO sebagai salah satu hasil karya tradisional dan warisan kebudayaan dunia. Pada 4 Desember 2012, noken khas masyarakat Papua ditetapkan sebagai warisan kebudayaan tak benda UNESCO.

Namun dalam pelestarian Noken asal Papua, tas tradisional asal Papua itu menghadapi tantangan pelestari hingga bahan baku. Sehingga sejumlah upaya perlu dilakukan agar Noken tetap lestari.

“Karena itu pemerintah bersama masyarakat Papua, komunitas budaya dan dunia usaha telah mengambil langkah-langkah penting, termasuk melalui Festival Noken Tanah Papua,” kata Fadly Zon.

Noken memiliki keberagaman variasi karena tiap suku yang menghasilkan Noken memiliki ciri khas masing-masing.

“Bahwa Noken itu banyak sekali ragamnya, dari 250-an suku punya ciri khas tersendiri, dan telah menjadi bagian dari intangible cultural heritage UNESCO, tentu ada kewajiban kita untuk memelihara, melestarikan, mengembangkan,” kata Fadly zon lagi

Salah satu cara untuk pelestarian Noken adalah dengan memastikan bahan baku dari alam tersedia. Selain itu, perlunya peningkatan literasi dan edukasi terkait cara pembuatan Noken. Tas anyaman asal Papua itu juga bisa dikembangkan lewat dunia fesyen.

“Dan kalau kita lihat, kalau diterjemahkan dalam dunia fashion, itu Noken bisa sangat menarik, sangat unik gitu, dan sangat khas, dan sangat cantik, indah, begitu ya,” ucapnya lagi

“Noken yang awalnya digunakan oleh masyarakat Papua sebagai tas tradisional, kini tengah diupayakan untuk menjadi simbol yang tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan ekonomi berbasis budaya,” kata Menteri Fadly Zon di akhir kataya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *