Jakarta, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia DPC Jakarta Timur bersama pengurus Tempat Bacaan Masyarakat Jakarta Timurnya menggelar diskusi bertajuk “Kartini dan Literasi Pencerdasan Kaum Perempuan” yang dilaksanakan di kantor kecamatan Jatinegara, Minggu, (26/05/2026)
Diskusi dihadiri oleh Camat Jatinegara DR. Endang Kartina, selalu Narasumber, Tika Dian Pangastuti Ketua Pergerakan Sarinah, Umi Syaroh, S.Pd, Ketua TBM Welaga Waru, Jakarta Timur, dan opening speech oleh Tiarma Simanjuntak, ketua DPC pergerakan Sarinah Jakarta Timur.

Tiarma Simanjuntak dalam sambutannya mengatakan ” Hari ini kita melaksanakan kegiatan Kartini Day dengan tema kecerdasan kaum perempuan terhadap literasi kegiatan ini didukung oleh Camat Jatinegara FKDM DKI Jakarta dan juga FTBM Jakarta Timur.” Kami ingin membuat kaum perempuan tetap cerdas di masa kini di mana kita membuat hubungan di masa lalu dengan Kartini yang adalah ibu yang sangat cerdas ibu yang memperjuangkan pendidikan, ujar Tiarma.
Lebih lanjut ujar Tiarma, bahwa jika kita hubungkan perempuan dan perjuangan bukan hanya di pendidikan saja namun di berbagai sektor kita membangun kaum perempuan muda khususnya yang ada di Jakarta Timur. Kami ingin perempuan ini terus berkembang memperjuangkan hak-hak perempuan itu sendiri kami juga bekerja sama dengan Ibu Camat Jatinegara karena memang kami terpanggil dalam kondisi literasi harus dihidupkan harus disetarakan.

Sementara itu, Umi Syaroh, S.Pd, Ketua TBM Welaga Waru, Jakarta Timur, yang didapuk menjadi narasumber mengatakan ” pendidikan itu penting bagi kita semua apalagi anak-anak generasi bangsa supaya lebih cerdas, lebih semangat untuk menuju masa depan dengan lebih baik dan lebih maju. Ujarnya.
Maka kami kenalkan semua literasi tentang buku-buku bacaan itu yang memang dari zaman Raden Ajeng Kartini telah diperjuangkan untuk membaca dan menulis dan memperluas arti kata dari apa yang dia baca untuk disalurkan untuk diperjuangkan agar supaya semua generasi itu selalu membaca dan memperjuangkan untuk hidupnya di masa depan.
Dari ilmu-ilmu yang memang harus dibaca adalah semangat literasi untuk generasi bangsa lebih maju lebih baik merdeka untuk Ajeng Kartini kita terima. Bagi saya sebagai ketua TBM untuk siswa atau masyarakat sekitar kita mengenalkan bahwa taman bacaan itu adalah hal yang bermanfaat untuk masyarakat untuk semua anak-anak generasi bangsa, generasi penerus Yang memang seharusnya mereka mengenal buku untuk dibaca.
Tujuannya adalah membuahkan hasil sesuatu yang bermanfaat buat dirinya, buat masa depannya untuk menyetarakan pendidikan ataupun pengenalan semua dari segi ilmu. jadi manfaat baca untuk penting membaca harus diwajibkan, seperti itu pesan Ibu kita Kartini sering kali setiap hari buku dan buku yang diulas yang dibaca hanya karena untuk merubah situasi dan kondisi masa depan generasi bangsa terutama wanita.
Kartini mengajarkan kita untuk selalu membaca dan mengenal buku dan untuk masa depan agar supaya kita mempunyai ilmu yang lebih luas dan terima kasih kami kepada perpusnas yang sudah membantu 1000 buku untuk seluruh Indonesia yang bagus manfaatnya untuk memperluas jaringan literasi di seluruh Indonesia maupun dan internasional.
Terima kasih untuk perpusnas yang telah membantu kami memberikan ilmu, tentang buku dan wajibnya membaca dan manfaat dari semua segi yang telah dibantu oleh perpusnas terima kasih untuk Menteri Pendidikan semoga selalu lancar, semoga selalu ada pembaharuan -pembaharuan untuk masyarakat dan anak-anak bangsa kita, ujarnya.
Camat Jatinegara Endang Kartika dalam paparannya mengatakan ” Bahwa peran perempuan di saat ini berbeda pada zaman dahulu, dimana tantangannya saat ini sudah sangat jauh berbeda. Kemudian juga nilai-nilai positif dan tentu saja saya meyakini bahwa kalau kartini-kartini kita saat ini memiliki daya juang positif”.
Lebih lanjut ujar Endang, kita perlu gali apa kita harapkan nanti Sarinah Sarinah ini dapat memahami potensi yang ada di dalam dirinya. jadi kita Jangan berkecil hati dan selalu optimis serta berperilaku positif. kemudian juga bagaimana solusinya kita bisa menghadapi tantangan yang ada pada saat ini. itulah Peran kita pada saat ini terutama kaum perempuan yang dalam hal ini sudah banyak mengalami pergeseran. ujar satu-satunya Camat Perempuan di Jakarta Timur ini,
