• Sat. Apr 18th, 2026

Gelar Kick-off Partisipasi Indonesia pada CAEXPO 2026, Kemendag Perkuat Sinergi untuk Perluasan Ekspor ke Tiongkok

Byadmin

Mar 13, 2026

Jakarta, 13 Maret 2026 – Kementerian Perdagangan RI menggelar Kick-off Partisipasi Indonesia pada China-ASEAN Expo (CAEXPQ) 2026 pada Jumat, (13/3), di kantor Kemendag, Jakarta. Pertemuan ini dikuti kementerian, lembaga, pemerintah daerah, asosiasi, serta para pelaku usaha. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menyinergikan langkah pemerintah dan pelaku usaha dalam memaksimalkan peluang ekspor ke Negeri Tirai Bambu melalui momentum CAEXPO tahun ini.

Indonesia akan berpartisipasi di “The 23™ China-ASEAN Expo (CAEXPO) 2026” pada 17-21 September 2026 di Nanning International Convention and Exhibition Center, Nanning, Tiongkok. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan, CAEXPO 2026 dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan Indonesia sekaligus memperkuat kerja sama perdagangan, investasi, pariwisata, dan industri antara indonesia dan Tiongkok.

“Tiongkok merupakan mitra dagang utama Indonesia dengan pasar yang besar dan terus tumbuh. Pemulihan sektor manufaktur serta kebijakan peningkatan konsumsi domestik di Tiongkok turut memperbesar peluang produk agrikultur tropis, makanan dan minuman olahan, perikanan, serta komoditas bernilai tambah dart Indonesia untuk masuk ke Tiongkok,” ujar Puntodewi saat membuka kegiatan Kick-off.

Menurut Puntodewi, peluang tersebut semakin terbuka di tengah dinamika ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik. Kondisi ini dapat dimanfaatkan Indonesia untuk meningkatkan ekspor ke negara mitra utama seperti Tiongkok sambil terus mendorong diversifikasi pasar ekspor,

Tiongkok menjadi mitra dagang utama Indonesia dengan nilai ekspor mencapai USD 67,03 miliar pada 2025 dan 96,6 persen milar int berasal dari sektor nonmigas. Dalam ima tahun terakhir (2021 —2025), tren ekspor Indonesia ke Tiongkok juga tumbuh positif rata rata 4,01 persen,

Selain itu, hubungan diplomatik Indonesia dan Tiongkok yang telah menginjak 75 tahun serta keanggotaan Indonesia dalam BRICS turut membuka peluang penguatan kerja sama ekonomi kedua negara. Transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan artifisial (Al) di sektor perdagangan juga dinilai dapat meningkatkan efisiensi rantai pasok serta memperluas integrasi perdagangan berbasis teknologi.

“Tiongkok juga mempercepat pengembangan ekosistem Al, termasuk penguatan peran Nanning sebagai pusat kolaborasi Tiongkok dengan ASEAN. Adanya China ASEAN Al Innovation Center menjadi gerbang perdagangan fisik, pusat komputasi, dan pengolahan data yang dapat mendukung transformasi digital di kawasan,” kata Puntodewi.

Puntodewi menyampaikan, Kemendag RI terus mendorong peningkatan ekspor melalui program seperti “Dari lokal untuk Global” la mengundang pelaku usaha untuk memanfaatkan presentas: bisnis (business pitching) bersama Atase Perdagangan Ri Being dan indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Shanghai, serta penjajakan kerja sama bisnis (business matching) untuk menjajaki peluang kerja sama dengan calon pem beli dari Tiongkok.

“Kami mengundang para pengusaha dan eksportir untuk memanfaatkan kesempatan memperkenalkan produknya serta menjajaki peluang pasar Tiongkok bersama perwakilan perdagangan Indonesia,” imbuh Puntodewi.

Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag Miftah Farid menjelaskan, CAEXPO merupakan pameran internasional tahunan yang menjadi platform penguatan kerja sama perdagangan, (investasi dan industri antara negara negara ASEAN dan Tiongkok dalam kerangka ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA).

Miftah menambahkan, Pameran CAEXPO sebelumnya dikut sekitar 1910 perusahaan dar negaranegara ASEAN dan Tiongkok dengan jumiah pengunjung mencapai lebih dari 226 000 orang Partisipasi indonesia pada CAEXPO 2025 sebelumnya berhasil mencatatkan total transaksi sebesar USD 132,07 juta atau sekitar Rp2,179 triliun, serta menghasilkan sembilan nota kesepahaman kerja sama dengan mitra dari Tiongkok di sektor perdagangan, investasi, pendidikan, sertfikasi halal, dan teknologi.

“Capaian tersebut menunjukkan CAEXPO sebagai salah satu platform promos! perdagangan yang efektf untuk membuka peluang pasar dan memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia dengan Trongkok dan kawasan ASEAN,” ujarnya.

Pada CAEXPO 2026, indonesia direncanakan menempati Hall D5 dengan paviliun seluas 2 000 m4 Indonesia akan menampilkan tiga pavillun utama sebagai representasi kekuatan ekonomi, potensi daerah, serta inovasi masa depan nasional. Pavilun Komoditas menampilkan produk unggulan berorientasi ekspor, Paviliun City of Charm Mempromosikan potensi investasi daerah, dan Pavilun Artifical Intelligence menampilkan inovasi teknologi.

Partisipasi Indonesia pada CAEXPO 2026 juga dilengkapi dengan sejumlah kegiatan pendukung seperti bisnis mathcing, forum bisnis, Promosi investasi, serta penjajakan kerja sama perdagangan dan industri dengan mitra dari Tiongkok dengan negara negara ASEAN .

Pandangen Pemangku Kepentingan

Kegiatan Kick-off hari ini dilanjutkan dengan sesi paparan dan testimoni daru sejumlah narasumber. Salah satunya dari Wakil Ketua Umum bidang Diplomat. Multilateral Kadin indonesia Andi Ashar Cakra Wijaya ia menekankan pentingnya proses akurasi ketat agar produk yang ditampilkan memenuhi standar kualitas dan kemampuan pasok yang memadai untuk bersaing di pasar global.

“Tahun ini, Kadin bersama Kemenag mencoba mengangkat usaha mikroa, kecil. dan menengah (UMKM) untuk ikut berpartisipasi di dalam CAEXPO. Perlu kurasi tepat dan cermat untuk memaksimalkan upaya tersebut.” ujar Andi

Sementara itu, perwakilan PT Pendu Arjuna Nusantara (PAR) Indonesia, Gusnipiabri Sumowigono, menyampaikan, adanya forum China ASEAN Business and investment Summit (CABIS) dalam rangkaian CAEXPO 2020 perlu memaksimalkan sebagi ruang dialog strategi pemerintah, pelaku usaha, dan investor deri negara-negara. ASEAN dengan Tiongkok. Forum ini dapat dimantaatkan untuk mem perkuat Promosi investen dan Menindaklanjuti berbagai peluang kerja sama ekonomi.

“Forum ini dapat dimanfaatkan untuk berdialog tentang kebijkan dengan pemerintah Tiongkok, Mempromosikan investasi: dan menjajaki kerja sama yang lebih konkret, serta Menindaklanjuti nota kesepahaman yang telah ditandatangani sebelumnya. Kata Guspiabri

Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia tendangan (MASTEL) Serwoto Atmosutarno menyampaikan Pengalaman baik tentang keterlibatan MASTEL pada CAEXPO tahun lalu MASTEL memamerkan teknologi AI dari Kata Al dan Aisensum, serta layanan umum telekomunikasi non Al dart Telin,

“Kami merasa beruntung mendapat kesempatan untuk ikut CAEXPO Area pameran CAEXPO sangat besar dan luar biasa ,dan itu menjadi awal berdampak untuk bisa kita lanjutkan ujar Sarwo

Sementara itu, perwakilan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Provinsi Kalimantan Utara Heri Siampa menyampaikan kepuasannya berpartisipasi pada CAEXPO 2024 karena produk-produk Kalimantan Utara disambut baik oleh pasar Tiongkok.

“Produk kami banyak diminati saat pameran, bahkan setelah pameran banyak penawaran perjanyian kerja sama. Selain itu, kami mendapat banyak permintaan khususnya untuk produk bandeng presto,” jelas Heri.

Selain itu, Officer & Small and Medium Enterprise Partnership Program Pertamina, Ujang Supriadi, menyampaikan hasil positif keterlibatan Pertamina pada CAEXPO 2024. Pertamina membawa produk dari 23 UMKM binaan yang mencakup, di antaranya, dekorasi rumah (home decor), makanan dan minuman, hingga minyak atsiri (essential oil), la menggambarkan antusiasme pembeli Tiongkok terhadap produk-produk UMKM binaan Pertamina.

“Di pasar business to consumer (B2C) Tiongkok, produk-produk kami berhasil laku, bahkan produk makanan kami habis terjual. di pasar business to business (B28), banyak yang tertarik dengan minyak atsiri. Kami berhasil menjual satu truk produk salah satu binaan dengan nilai di atas Rp 1milyar. Mudah-mudahan pada keikutsertaan selanjutnya lebih balk lagi,” kata Ujang

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *